Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Label:

KEPUTIHAN / WHITISH

 

KEPUTIHAN / WHITISH, Jangan pernah Menyepelekan masalah Keputihan,  karena sebaiknya anda mengenali dan tahu sebab keputihan yang anda alami dahulu. Keputihan adalah tanda kurang sehatnya sebagian atau seluruhnya di bagian alat reproduksi wanita, bisa disebabkan karena infeksi dan sebab infeksi tersebut yang perlu diketahui oleh semua penderita Keputihan. Infeksi yang menyebabkan Keputihan bisa disebabkan  oleh organisme seperti bakteri, ragi, atau virus, ataupun bahan kimia yang kontak dengan daerah itu dan perlu diketahui bahwa dalam beberapa kasus, hasil vaginitis dari organisme yang lewat di antara pasangan seksual.


Apa Gejala Infeksi Vagina?
Gejala dari infeksi vagina dapat bervariasi tergantung pada apa yang menyebabkan itu. Beberapa wanita tidak menunjukkan gejala sama sekali. Beberapa gejala yang lebih umum dari keputihan meliputi:

  • Keputihan abnormal dengan bau yang tidak menyenangkan.
  • Terbakar saat buang air kecil.
  • Gatal di sekitar bagian luar vagina.
  • Ketidaknyamanan selama hubungan seksual.
Apakah Keputihan Normal?
Vagina seorang wanita biasanya menghasilkan debit yang biasanya digambarkan sebagai jelas atau sedikit berawan, tidak menyebabkan iritasi, dan bebas bau. Selama yang normal siklus menstruasi , jumlah dan konsistensi dari debit dapat bervariasi. Pada suatu waktu bulan mungkin ada sedikit cairan yang sangat tipis atau encer, dan di lain waktu, debit lebih tebal lebih luas mungkin muncul. Semua penjelasan ini bisa dianggap normal.

Cairan vagina yang memiliki bau atau yang menjengkelkan biasanya dianggap keluar cairan yang abnormal. Iritasi mungkin gatal atau terbakar, atau keduanya. Gatal dapat hadir pada setiap saat sepanjang hari, tetapi sering paling mengganggu di malam hari. Gejala ini sering diperparah dengan hubungan seksual. Penting untuk menemui dokter Anda jika telah terjadi perubahan dalam jumlah, warna, atau bau.

Apa Jenis Infeksi vagina?
Keenam jenis paling umum infeksi vagina adalah:
  • Candida atau “ragi” infeksi.
  • Bakteri vaginosis .
  • Trikomoniasis vaginitis .
  • Chlamydia vaginitis .
  • Viral vaginitis.
  • Non infeksi vaginitis.
Meskipun masing-masing infeksi vagina dapat memiliki gejala yang berbeda, tidak selalu mudah bagi seorang wanita untuk mengetahui jenis dia. Bahkan, diagnosis bahkan bisa rumit untuk seorang dokter berpengalaman. Sebagian dari masalah adalah bahwa kadang-kadang lebih dari satu jenis infeksi dapat hadir pada saat yang sama. Dan, infeksi bahkan mungkin hadir tanpa gejala sama sekali.
Untuk membantu Anda lebih memahami enam penyebab utama vaginitis, mari kita melihat sebentar di masing-masing dari mereka dan bagaimana mereka diperlakukan.
Apa itu Candida atau Infeksi Vagina?
Infeksi jamur vagina adalah apa yang kebanyakan wanita pikirkan ketika mereka mendengar istilah “vaginitis.” Infeksi jamur vagina yang disebabkan oleh salah satu dari banyak spesies jamur yang disebut Candida. Candida biasanya tinggal dalam jumlah kecil di vagina, serta di mulut dan saluran pencernaan, baik pria dan wanita.
Infeksi jamur dapat menghasilkan debit, tebal vagina putih dengan konsistensi keju cottage meskipun keputihan tidak selalu hadir. Infeksi jamur biasanya menyebabkan vagina dan vulva sangat gatal dan merah.
Apakah Infeksi  Vagina Menyebar Melalui Seks?
Infeksi jamur biasanya tidak ditularkan melalui hubungan seksual dan tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual.
Apa yang Meningkatkan Risiko Infeksi Vagina?
Beberapa hal yang akan meningkatkan risiko terkena infeksi jamur, termasuk:
  • Pengobatan dengan antibiotik. Sebagai contoh, seorang wanita dapat mengambil antibiotik untuk mengobati infeksi, dan antibiotik membunuh bakteri baik tubuhnya yang biasanya menjaga ragi seimbang. Akibatnya, ragi overgrows dan menyebabkan infeksi.
  • Diabetes tidak terkontrol. Hal ini memungkinkan untuk terlalu banyak gula dalam urin dan vagina.
  • Kehamilan yang mengubah tingkat hormon.
Faktor lain meliputi:
  • Oral kontrasepsi ( pil KB ).
  • Gangguan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Tiroid atau gangguan endokrin.
  • Kortikosteroid terapi.
Apakah Infeksi Vagina Diobati?
Infeksi jamur yang paling sering diobati dengan obat yang Anda masukkan ke dalam vagina Anda. Obat ini mungkin dalam bentuk krim atau supositoria dan banyak yang tersedia over-the-counter. Pengobatan dalam bentuk pil yang Anda ambil melalui mulut juga tersedia dengan resep.

Apa yang Harus Saya Lakukan untuk Mencegah Infeksi Vagina?
Untuk mencegah infeksi jamur, Anda harus:
  • Kenakan pakaian longgar terbuat dari serat alami (katun, linen, sutra).
  • Hindari memakai celana ketat.
  • Batasi penggunaan deodoran feminin.
  • Mengganti pakaian basah, secepat Anda bisa.
  • Hindari sering mandi dengan air hangat.
  • Cuci pakaian dalam air panas.
  • Makan dengan baik diet seimbang .
  • Makan yogurt.
  • Jika Anda memiliki diabetes, jaga tingkat gula darah hingga mendekati normal mungkin.
Jika Anda mendapatkan infeksi jamur sering, beritahu dokter Anda. Ia mungkin perlu melakukan tes tertentu untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya.
Apa itu Bakteri Vaginosis?
Meskipun “jamur” adalah nama sebagian besar wanita pikirkan ketika mereka berpikir tentang infeksi vagina, bakteri vaginosis (BV) adalah jenis yang paling umum infeksi vagina pada wanita usia reproduksi. BV disebabkan oleh kombinasi beberapa bakteri. Bakteri ini tampaknya tumbuh terlalu cepat dalam banyak cara yang sama seperti Candida ketika keseimbangan vagina terganggu. Alasan yang tepat untuk pertumbuhan berlebih ini tidak diketahui.
Apakah Vaginosis Bakteri Menyebar Melalui Seks?
Bakteri vaginosis tidak ditularkan melalui hubungan seksual tetapi lebih sering terjadi pada wanita yang aktif secara seksual. Hal ini juga tidak masalah kesehatan serius tapi dapat meningkatkan risiko wanita terkena penyakit menular seksual lainnya dan dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID) mengikuti prosedur bedah seperti aborsi dan histerektomi . Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan risiko persalinan dini dan kelahiran prematur pada wanita yang memiliki infeksi selama kehamilan. Namun, penyelidikan yang lebih baru tidak mendukung hubungan ini.

0 komentar
Label:

KANKER RAHIM CANCER UTERUS

KANKER RAHIM - CANCER UTERUS, Sampai saat ini, kanker rahim dikenal sebagai "silent killer" karena biasanya sulit terdeteksi hingga stadium lanjut.
 
Gejala kanker rahim tidak spesifik. Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker rahim biasanya mengalami gejala berikut ini secara menetap:

  • tekanan abdomen (merasa penuh, bengkak atau kembung)
  • Perasaan ingin buang air kecil terus menerus
Gejala lainnya meliputi:

  • Gangguan pencernaan yang menetap (gas atau mual)
  • Perubahan kebiasaan BAB tanpa alasan jelas, seperti sembelit
  • Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang
  • Rasa sakit selama hubungan intim (dispareunia)
  • Lemas & letih lesu yang berkelanjutan
  • Perubahan dalam siklus menstruasi 
  • Sakit pada daerah sekitar pinggang/panggul
KAPAN HARUS KE DOKTER
Kunjungi dokter Anda jika Anda merasakan gejala perut bengkak, kembung, sakit pada perut/panggul yang terus-menerus selama lebih dari beberapa minggu. Jika dokter tidak menemukan diagnosa kanker rahim, pastikan Anda mendapat second opinion. Pasti dokter melakukan pemeriksaan panggul Anda.

Dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih dari tes berikut untuk mendiagnosa kanker rahim:

  • Ultrasonografi (USG).
  • Penanda tumor CA-125. Banyak wanita dengan kanker rahim memiliki kadar CA 125 yang abnormal dalam darah mereka.
  • CT SCAN atau MRI
Jika tes ini mengarah ke kanker rahim, akan dilakukan operasi (laparaskopi) dimana diambil sayatan kecil di perut dan eksplorasi rongga perut untuk menentukan apakah kanker ada. Jika kanker rahim terkonfirmasi, ahli bedah dan ahli patologi akan mengidentifikasi jenis tumor dan menentukan apakah kanker telah menyebar.

STADIUM KANKER RAHIM

  • Stadium I. kanker terbatas pada satu atau kedua ovarium.
  • Stadium II. Kanker telah menyebar ke lokasi lain di panggul, seperti rahim atau saluran tuba.
  • Stadium III. Kanker telah menyebar ke selaput perut (peritoneum) atau ke kelenjar getah bening dalam perut.
  • Stadium IV. Kanker ovarium telah menyebar ke organ di luar perut.

Gambar: Kanker Rahim Stadium III


Perawatan kanker rahim biasanya melibatkan kombinasi operasi dan kemoterapi.

OPERASI PEMBEDAHAN
Secara umum, penderita kanker rahim memerlukan pembedahan luas yang mencakup pengangkatan kedua ovarium, saluran tuba dan rahim serta kelenjar getah bening di dekatnya dan lipatan jaringan lemak perut yang dikenal sebagai omentum, di mana kanker rahim sering menyebar.

KEMOTERAPI
Setelah operasi, kemungkinan besar Anda akan menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Rejimen awal untuk kanker rahim mencakup kombinasi carboplatin (Paraplatin) dan paclitaxel (Taxol) disuntikkan ke dalam aliran darah (intravena). Efek samping - termasuk sakit perut, mual dan muntah - mungkin dapat terjadi.

RADIASI
Radiasi biasanya tidak dianggap efektif untuk kanker rahim.



Source :
http://www.mayoclinic.com/

http://www.mydr.com.au/
http://www.upnorthhealth.com

http://www.cancerhelps.com/kanker-rahim.htm 

0 komentar
Label:

Kanker Rahim/Cervical Cancer

Kanker Rahim/Cervical Cancer

Penyakit Kanker Rahim (Kanker Serviks) merupakan masuk dalam kategori kanker ganas dengan kata lain penyakit yang mematikan. Namun tenang jangan resah dulu, bukan berarti apabila anda terkena penyakit kanker rahim ini, bukan berarti anda tidak punya harapan untuk hidup lagi. Cuma Istighfar dan berharap kepada ALLAH dan berusaha, insyaallah kita akan diberikan petunjuk atau hidayahNya, namun perlu diketahui juga bahwa dalam penyembuhan penyakit ini karena dalam mengobati penyakit ini sangat memakan waktu lama.
Walaupun penyakit ini dapat disembuhkan, namun ada baiknya anda  perlu mengetahui informasi mengenai penyakit kanker rahim ini. Di bawah ini kami akan coba bahas secara lengkap tentang penyakit kanker rahim.

Apa itu Penyakit Kanker Rahim?

Penyakit kanker rahim adalah penyakit yang disebabkan karena adanya pertumbuhan sel-sel kanker pada bagian leher rahim (cervix). Penyakit ini merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena penyakit kanker ini.
Baca Selengkapnya

Apakah Penyakit Kanker Rahim itu Menular?

Perlu digaris bawahi penyakit kanker rahim bukan penyakit yang menular. Akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit kanker rahim ini. Salah satunya yaitu adanya infeksi Human papillomavirus (HPV), yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Jadi yang ditularkan bukan penyakit kanker rahim akan tetapi penyebab atau virus HPV tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyakit kanker rahim tidak dapat menular dengan cara jabatan tangan, keringat, tukar menukar pakaian dan sebagainya.

Faktor Resiko Lainnya
 
Merokok: Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Rokok mengandung banyak zat racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker paru. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh ke organ lain juga. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.
Infeksi HIV: HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS- tidak sama dengan HPV. Ini dapat juga menjadi faktor resiko kanker serviks. Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker pada stadium awal.
Infeksi Klamidia : Ini adalah bakteri yang umum menyerang organ wanita, tersebar melalui hubungan seksual. Seorang wanita mungkin tidak tahu bahwa ia terinfeksi kecuali dilakukan tes untuk klamidia selama pemeriksaan panggul. Beberapa riset menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi saat ini berada dalam resiko kanker serviks lebih tinggi. Infeksi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah serius lainnya.
Diet : Apa yang Anda makan juga dapat berperan. Diet rendah sayuran dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker seviks. Juga, wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko lebih tinggi.
Pil KB: Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks. Riset menemukan bahwa resiko kanker serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat pil di-stop. Anda harus membicarakan dengan dokter Anda tentang pro kontra penggunaan pil KB dalam kasus Anda. Memiliki Banyak Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan resiko kanker serviks. Tidak ada yang tahu mengapa ini dapat terjadi.
Hamil pertama di usia muda: Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker serviks di usia tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 25 tahun atau lebih tua
Penghasilan rendah: Wanita miskin berada pada tingkat resiko kanker serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena mereka tidak mampu untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai, seperti tes Pap Smear secara rutin.
DES (diethylstilbestrol): DES adalah obat hormon yang pernah digunakan antara tahun 1940-1971 untuk beberapa wanita yang berada dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena kanker serviks dan vagina sedikit lebih tinggi.
Riwayat Keluarga: Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks, resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan. Ini mungkin karena wanita-wanita ini kurang dapat memerangi infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya.

Bagaimana Kanker Serviks Ditemukan
Pada tahap awal pra-kanker atau kanker serviks, biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Itulah mengapa penting bagi wanita untuk menjalani tes Pap Smear secara teratur. Gejala sering tidak dimulai hingga kanker telah berkembang lebih jauh dan telah menyebar ke daerah di dekatnya. Anda harus segera konsultasi ke dokter, bila menemukan gejala dibawah ini:
  • Pendarahan vagina yang bersifat abnormal, seperti perdarahan setelah bersenggama, pendarahan setelah menopause, perdarahan dan bercak darah antar periode menstruasi, dan periode menstruasi yang lebih lama atau lebih berat dari biasanya. Pendarahan setelah douching, atau setelah pemeriksaan panggul merupakan gejala umum kanker serviks tetapi bukan pra-kanker.
  • Keputihan yang tidak normal dari vagina, dengan ciri diantaranya: kental, warna kuning/kecoklatan, dapat berbau busuk dan/atau gatal
  • Rasa sakit saat bersenggama
Tentu saja, gejala ini tidak berarti bahwa Anda terkena kanker. Hal ini dapat juga disebabkan oleh sesuatu yang lain. Tapi Anda tetap harus memeriksa dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Lalu, Penyebab Penyakit Kanker Rahim itu Apa?

Ada banyak faktor yang berkaitan dengan penyebab penyakit kanker rahim ini. Di antara yang paling adalah infeksi dari Human papillomavirus (HPV) yang mempunyai risiko tinggi. Di samping infeksi virus HPV, para peneliti telah mengenali sejumlah faktor lain yang menyebabkan penyakit ini, diantaranya adalah:
  1. Indikator dari aktivitas seksual.
  2. Usia dini ketika melakukan hubungan seksual pertama kali
  3. Jumlah dari pengalaman hamil.
  4. Adanya riwayat dari penyakit menular seksual (PMS).
  5. Keputihan yang berlangsung secara terus menerus dan tidak diobati.
  6. Kebiasaan membasuh genital dengan sembarang air dan tidak bersih.
  7. Pemakaian pembalut yang mengandung bahan dioksin.
  8. Daya tahan tubuh yang lemah, kurangnya konsumsi vitamin C, vitamin E, dan asam folat.
  9. Kebiasaan merokok juga menambah risiko penyakit kanker rahim.
Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker rahim. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.
Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

Bagaimana Gejala Dari Penyakit Kanker Rahim?

Kanker rahim pada kebanyakan wanita tidak menimbulkan bayak gejala. Hanya saja ada beberapa gejala yang harus diwaspadai, di antaranya:
  • Pendarahan tidak normal, yang bisa berupa pendarahan sesudah berhubungan intim, pendarahan abnormal di luar waktu haid dan pendarahan sesudah menapause.
  • Adanya zat cair yang berwarna putih agak kuning dan berbau yang keluar dari alat kelamin.
  • Rasa nyeri pada pinggul dan kaki.
Perlu diketahui, bahwa keputihan merupakan salah satu dari gejala penyakit kanker rahim, tetapi sebagian besar keputihan disebabkan karena adanya infeksi jamur atau bakteri pada daerah mulut rahim. Adapun kondisi keputihan yang tidak normal bila terjadi indikasi sebagai berikut: berbau, berwarna kehijauan, terdapat rasa gatal, dan panas. 

Bagaimana Cara  Mencegah Penyakit Kanker Rahim?
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, penyakit kanker rahim merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
  • Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti.
  • Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual.
  • Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual, dan
  • Tentunya memelihara kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi obat herbal yang dapat mencegah dan mengobati penyakit kanker rahim, yang tidak menimbulkan efek samping yang dapat memperburuk kesehatan.
Sumber : Berbagai sumber

0 komentar
Label:

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi 
How to Maintain Reproductive Health
 

Keputihan, kanker serviks, kanker rahim, infeksi saluran reproduksi maupun infeksi menular sexual menjadi keluhan bagi banyak wanita. Merebaknya penyakit ini tak lepas dari ketidaktahuan dan ketidakpedulian masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Belum lagi masih ada saja orang yang sungkan untuk memeriksakan kesehatan reproduksi jika memiliki keluhan hanya karena malu. Padahal berbagai keluhan ini sampai timbulnya penyakit mematikan seperti kanker dapat dicegah dengan menjaga kesehatan reproduksi secara benar.
Banyak hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi, di antaranya adalah:
  1. Mencuci alat kelamin dengan benar.
  2. Setelah buang air, cucilah tangan dengan sabun atau larutan PK.
  3. Setelah buang air besar, siramkan air dari arah depan (kemaluan) ke belakang (anus) dan jangan sebaliknya.
  4. Hindari penggunaan sabun bersoda tinggi di wilayah vagina. Jika ingin menggunakan, sebaiknya gunakan sabun yang lunak (dengan pH 3,5).
  5. Hindari penggunaan cairan kimia pewangi/cairan khusus pembersih vagina karena akan mengganggu keseimbangan flora dalam vagina. Bila terlalu sering dipakai justru akan membunuh bakteri baik dalam vagina yang selanjutnya akan memicu timbulnya jamur. Akibatnya, muncul gatal-gatal atau keluhan di daerah organ intim.
  6. Keringkan wilayah vagina dengan handuk bersih, lembut dan kering. Jangan digosok-gosok.
  7. Gantilah celana dalam minimal dua kali sehari.
  8. Pilih celana dalam dari bahan katun yang mudah menyerap keringat.
  9. Hindari memakai celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan.
  10. Di waktu haid, gantilah pembalut setiap kali terasa telah basah atau lebih dari 3 jam, dan cucilah vagina terlebih dahulu setiap kali akan mengganti pembalut. Pilihlah pembalut yang tidak mengandung gel, sebab gel dalam pembalut kebanyakan dapat menyebabkan iritasi dan timbulnya rasa gatal.
  11. Gantilah pembalut setiap habis buang air, meskipun tampak masih bersih ketika haid telah hampir selesai.
  12. Sebelum menggunakan toilet umum, siram dahulu (flushing) toilet dalam kondisi tertutup. Setelah selesai buang air, tutup dahulu tutup toilet baru disiram. Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember. Menurut penelitian, air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur candida albicans (penyebab keputiha dan rasa gatal pada vagina). Sedangkan air yang mengalir dari keran di toilet umum mengandung kurang lebih 10-20% jamur yang sama.
  13. Jangan pernah menyemprotkan minyak wangi ke dalam vagina.
  14. Pemakaian pantyliner tidak dianjurkan setiap hari. Pantyliner sebaiknya hanya digunakan pada saat keputihan banyak keluar, dan sebaiknya jangan memilih pantyliner yang berparfum karena dapat menimbulkan iritasi kulit. Daripada memakai pantyliner setiap hari, lebih baik membawa celana dalam untuk ganti.
Selain melakukan hal-hal tersebut di atas, kita juga dapat memantau kesehatan vagina dengan cara:
  1. Perhaikan cairan vagina; cairan vagina dihasilkan oleh setiap wanita, terutama yang telah mengalami menstruasi. Bentuk cairan ada yang kental dan ada yang cair. Bila cairan itu berwarna bening, cair, tidak beraroma dan tidak gatal, tandanya vagina dalam kondisi sehat. Namun bila cairan itu kental, berwarna kuning, hijau atau pekat dan beraroma tidak enak, besar kemungkinan vagina sedang mengalami infeksi.
  2. Lakukan pemeriksaan secara rutin; raba dan perhatikan vagina. Bila ada benjolan pada bagian-bagian tertentu, segera periksakan diri ke dokter. Bisa saja terjadi penyunbatan pada saluran disebabkan oleh infeksi. Perhatikan dengan menggunakan cermin, kelebihan berat tubuh dapat mempengaruhi warna pada vagina, demikian juga dengan usia. Semakin gemuk atau semakin meningkatnya usia, warnanya juga akan semakin gelap.
  3. Perhatikan saat membersihkan; membersihkan vagina memerlukan trik khusus agar kuman yang ada di bagian belakang dekat anus tidak berpindah ke bagian depan. Bersihkan vagina dari bagian depan ke belakang. Jangan melakukannya berulang-ulang karena tetap saja kuman dapat berpindah. Bila ingin mengulangnya, cuci tangan beberapa kali baru melakukannya sekali lagi. Demikian juga saat mengeringkannya. Lakukan dengan menggerakkan tangan dari bagian depan ke belakang dan bila ingin mengulanginya lagi, lipat kain pengeringnya agar tidak mengulang di tempat yang sama.
  4. Jangan obati sendiri; bila Anda mengalami gejala-gejala infeksi pada vagina, jangan langsung mengobati sendiri dengan membeli obat bebas di apotek. Anda lebih baik pergi dan periksa ke dokter agar mendapatkan diagnosa yang tepat. Jangan sembarangan mengkonsumsi obat tanpa petunjuk dokter bila tidak ingin mengalami efek samping yang justru merugikan diri sendiri.

0 komentar
Label:

Penyakit Kista - Penyebab dan Gejala / Cyst Disease-Cause and Symptoms

Penyakit Kista - Penyebab dan Gejala / Cyst Disease-Cause and Symptoms


Pernah mendengar kata "Kista"?

Ya, kista merupakan penyakit yang menjadi 'momok' para wanita. Lantas apa penyebab kista? Gejala-gejala seperti apa yang dialami bila terserang kista, dan bagaimana mengobati kista? Yuk simak tulisan tips sehat Kasarasan berikut yang dikutip dari berbagai sumber. Kista merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada pada indung telur. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.


Kista merupakan jenis tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya. Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh pada vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis.
Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal. Kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista. Gejala Penyakit Kista Kista banyak menyerang kaum wanita. Biasanya ditandai dengan adanya rasa nyeri saat haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Dan jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.


Jenis-Jenis Kista Berdasarkan tingkatan keganasan, penyakit kista dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
  • Kista non-neoplastik, yang sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. 
  • Kista neoplastik, kista ini umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya. 
Penyebab Penyakit Kista Selain faktor keturunan, penyakit kista juga dapat disebabkan oleh polusi udara dan debu, adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista. Selain itu dari faktor makanan, lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormon testosteron. Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit kista. Semoga bermanfaat.

Sumber : Berbagai Media

0 komentar
Label:

PUSAT REHABILITASI NARKOBA



1. UPT LIDO BNN
Pimpinan: Kombes Pol Drg. Agus Gatot Purwanto, DFM
Jl. Raya Bogor Sukabumi, Desa Cijeruk/Desa Wates, LIDO Bogor Jawa Barat
Telp. 0251-8220926 / 0251-8220928, Fax. -, Email: info@bnn.go.id
http://www.bnn.go.id
Untuk melihat syarat dan ketentuan Panti Rehabilitasi Lido, klik link di bawah ini :
PANTI REHABILITASI NARKOBA LIDO BOGOR
2. Drug Detox Center – Summer House
Pimpinan: -
13555 Memorial Highway
Miami, Florida 33161
Telp. -, Fax. -, Email: -
http://www.drugdetoxcenter.com
3. Forum Silahturahmi Prof. Dr. Dadang Hawari & Rekan
Pimpinan: Doddy Priantomo, Msc
Jl. Tebet Barat I, Tebet Mas Indah E-5, Jl. Cimandiri III Blok FF 8 No.4
Bintaro Jaya Sektor 6
Telp. 8298885 8299857 7450144, Fax. 8299857 7453607, Email: -
4. Klinik Spesialis Pro Vitalitas
Pimpinan: Dr. Bertha Herlina
Jl. Pelepah Hijau IV Blok TT1/1,
Komplek kelapa Gading Sport Club Kelapa Gading Permai, Jakarta 14240
Telp. 4520192, Fax. 45247777, Email: provital@indo.net.id
5. PP. Pamardi Putra Putra Lembang
Pimpinan: -
Jl. Maribaya No. 22 Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Telp. -, Fax. -, Email
6. PSPP Dharma Pala
Pimpinan: -
Jl. Raya Kayu Agung KM. 32 Indralaya OKI ? Palembang, Sumatera Selatan.
Telp. -, Fax. -, Email: -
7. PSPP Khusnul Khotimah
Pimpinan: -
Jl. Babakan Pocis RT 003/03 Babakan Kec. Cisauk Serpong Tangerang.
Telp. -, Fax. -, Email: -
8. PSPP Mandiri
Pimpinan: -
Jl. Anto Sari II/4 Kel. Sendang Guo Semarang, Jawa Tengah.
Telp. -, Fax. -, Email: -
9. PSPP Sehat Mandiri
Pimpinan: -
Purwomartani Kalasan ? Sleman, D.I. Yogyakarta.
Telp. -, Fax. -, Email: -10. PSPP Sinar Jati
Pimpinan: -
Jl. Marga No. 143 Kemilang Kel. Beringin Raya Tanjung Karang Barat, Lampung.
Telp. -, Fax. -, Email: -
11. PSPP Teratai
Pimpinan: -
Jl. Balong Sari Dalam No. 1 Manukan, Jawa Timur.
Telp. -, Fax. -, Email: -
12. RS. Dharmawangsa
Pimpinan: Prof.Dr. Susanto Wibisono
Jl. Dharma Wangsa No.36 Keb.Baru
Telp. 7394484, Fax. -, Email: -
13. RSJ Mataram
Pimpinan: -
Jl. Ahmad Yani No. 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Telp. -, Fax. -, Email: -
14. RSJ Mataram
Pimpinan: -
Jl. Ahmad Yani No. 1 Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Telp. -, Fax. -, Email: -
15. Rumah Gerbang Aksa
Pimpinan: Erwin Pohe
Jl.mandiri No.9 Desa Harjamukti, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Telp. 021 – 8731870, Fax. -, Email: -
Contact Person : Ibu Femmy
16. Rumah Sakit Ketergantungan Obat ( RSKO ) Halmahera House
Pimpinan: Dr. Sudirman
Jl. Lapangan Tembak No.57 Cibubur – Jakarta Timur
Contact Person :
- Lea……………0856-7785767
- Tommy………0818-130959
- Edgar…………0812-8479030
Telp. 021-87711968 ext 134 / 021 – 70989608, Fax. -, Email: -
17. Tarzana Treatment Centers, Inc.
Pimpinan: -
18646 Oxnard Street
Tarzana, California 91356
Telp. -, Fax. -, Email: -
http://www.tarzanatc.org
18. Thamkrabok Foundation
Pimpinan: Biksu Ajahn Brahmavamso
Thailand. Contact Person Indonesia : Iman Santoso
Telp. 021 – 6497206, Fax. 021 – 6243945, Email: info@thamkrabok.org.au
www.thamkrabok.org.au
19. Unit Pelayanan Rehab Sos Prov. Kal-Bar/UPT MinSos (Sey Ambawang)
Pimpinan: -
Jl. Trans Kalimantan KM 8,5 Kel. Ambawang, Kab. Pontianak, Kalimantan Barat.
Telp. -, Fax. -, Email: -
18. Wisma Adiksi
Pimpinan: DR. Al Bahri Husin
Cinere, Jakarta Selatan
Telp. -, Fax. -, Email:
19. Wisma Rehab Pengguna Napza Pondok Pesantren Darul Istiqomah (Pute Sasa)
Pimpinan: -
Jl. Paros Maros KM. 25,5, Sulawesi Selatan.
Telp. -, Fax. -, Email: -
20. Yayasan Darmasih
Pimpinan: D. Khumarsa, SH., MM.
Jl. Cirebon No. 10 Jakarta 10350
Telp. 59401336, Fax. 59401336, Email: -
21. Yayasan Harapan Permata Hati Kita
Pimpinan: David Gordon Psy CC ADC
Jl. Dr. Semeru 112
Telp. (0251) 382052, Fax. 382052, Email: -
22. Yayasan Intan Maharani
Pimpinan: -
Jl. Pendopo No. 164 RT 02 Skip Ujung, Palembang, Sumatera Selatan.
Telp. -, Fax. -, Email: -
23. Yayasan Kesehatan Bali (Yakeba)
Pimpinan: -
Jl. Merkasari No. 36 A, : – Kesewung Kangin, Denpasar, Bali.
Telp. -, Fax. -, Email
24. Yayasan Pelita Kampung Bali
Pimpinan: -
Jl. Kampung Bali XI No. 23, Tanah Abang, DKI Jakarta.
Telp. -, Fax. -, Email: -
25. Yayasan Pengasih Insan Karima
Pimpinan: Usman Machmud
Jl. Raya Cianjur Sukabumi Km 15 Jawa Barat
Telp. 0266. 260569, 261202, Fax. -, Email: -
26. Yayasan Pengasih Insan Karima
Pimpinan: Usman Machmud
Jl. Raya Cianjur Sukabumi Km 15 Jawa Barat
Telp. 0266. 260569, 261202, Fax. -, Email: -
27. Yayasan PP Innabah VII/Putra-Putri
Pimpinan: K.H. Anwar Mahmud
Kp. Rawa
Ds. Calingcing Kec. Sukahening Pos Rajapolah Tasik Malaya 46155 Jawa Barat
Telp. (0265)450.028, Fax. -, Email: -
28. Yayasan Rumah Cemara
Pimpinan: -
Jl. Geger Kalong Girang No. 52, Bandung, Jawa Barat.
Telp. -, Fax. -, Email: -
29. Yayasan Serba Bhakti PP SURYALAYA
Pimpinan: -
d.a Bpk Utju Suparta Abah Anom
Jl. Ds. Tanjungkerta, Pagerjang Kec.TasikMalaya, Bdg-Jabar
Telp. (0265) 455.828, 455801,(021) 520.0471, Fax. (021)520.2558, Email: -
30. Yayasan Terracotta Indonesia
Pimpinan: Faisal N Afdhal
Jl. Bangka VIII/30 Kemang Jakarta Selatan 12720
Telp. (021) 71790029 – 0816781648, Fax. (021) 71790029,
Email: terracota_drugfee@yahoo.com
31. Yayasan Kasih Mulia
Jl. Camar Indah blok DD-10,
Ruko Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14470
Tel: 62-21-5881103, 5882265; Fax: 62-21-5882275;
e-mail: drugKP@cbn.net.id
32. Terapi & Rehabilitasi Pasien NAZA
ala Prof. Dr. dr. H. Dadamng Hawari
Jl. Tebet Mas Indah Blok E No. 5, Jakarta
Tel: 62-21-8299857; 8298885
33. Yayasan Titihan Respati
Jl. Hang Lekir Raya No. 16, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7394762, 7394769
34. Yayasan Insan Pengasuh
Jl. Daksa IV/69, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
Tel: 62-21-7208216
35. Yayasan Dharma Kasih Ibu Puri Kinasih
Komplek Cilember desa Jogjogan, Bogor, Jawa Barat
Tel: 62-251-252379
36. Wisma Adiksi
Jl. Jati Indah I No. 23
Pangkalan Jati, Podok Labu, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7690455; 7540604
37. Pusat Pemulihan Rumah Anak Panah
Jl. Kran V No. 3, RT 011/05, Kemayoran, Jakarta 10610
Tel: 62-21-4255652
38. Permadi Siwi
Jl. MT Haryono, Jarkarta Timur
39. Wisma Dulos
Jl. Tugu No. 4, Cilangkap, Jakarta Timur
40. Panti Sosial Parmadi Putra (Depsos)
Khusnul Khotimah
Jl. Babakan Pocis RT 003/03, Babakan,
Kec. Cisauk, Serpong Tangerang
Tel: 62-21-7561331
41. Pesantren Al Ihya
Jl. Batu Tapak, Pasir Jaya, Ciomas, Bogor
Tel: 62-251-311964, 312272, 312055
42. Yayasan Harapan Permata Hati Kita
Jl. Dr. Semeru No. 111, Bogor
43. Yayasan Podok Bina Kasih
Puncak Cipanas
Sekretariat: Citra I ext. Blok AE V/1, Kalideres, Jakarta Barat
Tel: 62-21-5418993; 5459815
44. Pesantren Inabah XV
Jl. Raya Perjuangan No. 15, Cipanas, Ciawi 46157
Tel: 62-265-455228
45. Pesantran Inabah VII
Kp. Rawa, Desa Calingcing, Kec. Sukabening,
Pos Raya Poloh, Tasikmalaya 46155
Tel: 62-265-450028
46. Panti Rehab. Doulos
Jl. Raya Maribaya 191, Lembang, Jawa Barat
Tel: 62-22-2787384
47. Yayasan Cinta Kasih Bangsa
Jl. Kol Soegiyono Susukan Ngemplak, Ungaran
Tel: 62-24-922674
48. Pondok Pesantren Tebu Ireng
Tromol Pos V
Jombang 61471
Jawa Timur
49. RSU Dr. Cipto Mangunkusumo
Jl. Diponegoro No.74 Jakarta
50. Rumah Sakit Fatmawati
Jl. RS. Fatmawati Cilandak Jakarta Selatan
Telp. 021-7695461, 7698240, (021) 7504009
51. Rumah Sakit Persahabatan
Jl. Persahabatan Rawamangun Jakarta Timur telp.882743
52. Rumah Sakit Pusat Pertamina
Jl. Kyai Maja Kebayoran Baru Jakarta Selatan, telp. 707326
53. RS. Angkatan Laut Mintohardjo
Jl. Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
Telp. 021-5703081, 5702036
54. Rumah sakit Dr. Kariadi
Jl. Dr. Sutomo No.16 Semarang
55. Rumah Sakit Dr. Hasan sadikin
Jl. Pasteur No.38 Bandung Jawa Barat
56. Rumah Sakit Dr. Sutomo
Jl. Dharma Husada No.47 Surabaya
57. Rumah Sakit Dr. Djamil Padang
Jl. Perintis Kemerdekaan No.1 Padang Sumbar
58. Rumah Sakit Syaiful Anwar
Jl. Jaksa Agung Suprapto No.2 Malang
Telp. 0341-362101, 351386
59. Rumah Sakit Tanjung Karang
Jl. Dr. Rivai Tanjung Karang
60. Rumah Sakit Pelni
Jl. Aipda KS Tubun Petamburan Jakarta, telp. 347986
61. Rumah Sakit Sumber Waras
Jl. Kyai Tapa Grogol Jakarta, telp. 359309, 345283
62. Rumah Sakit Sint Carolus
Jl. Salemba Raya No.41 Jakarta Pusat, telp. 8580091
63. Rumah Sakit PGI Cikini
Jl. Raden Saleh No.40 Jakarta, telp. 349211, 349212
64. Rumah Sakit Islam Jakarta
Jl. Cempaka Putih Jakarta, telp. 351271, 4244208
65. Rumah Sakit Wikarta Mandala
Ds. Sembaluh Pujon, Batu Malang telp. 524206
66. RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat)
Jl. Rs. Fatmawati, Cilandak Jakarta Selatan
Telp. 021-7695461, 7698240, (021) 7504009
67. Rumah Sakit Atma Jaya
Jl. Pluit Raya No. 2, Jakarta Utara
Telp. 021-6606127-30
68. Rs. Mitra Keluarga
Jl. Raya Jatinegara Timur II Jatinegara 85-87 Jaktim
Telp. 021-280666; 280777; 280888; 280999
69. RS Darmawangsa
Jl. Darmawangsa Raya No.1, Blok P-2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp. 021-7394484 Fax: 62-21-7394162
70. RS. Ongkomulyo
Jl. Pulomas Barat VI, Jakarta Timur 13210
Telp. 021-4723332, 4722719
71. Panti Rehabilitasi Narkoba Wanita Kristen “Rumah
Telp. Lentera” , Gunung Geulis – Gadog Cibogo – Bogor ,
0251 – 251336
72. Baitus-Syifa Resapan Illahi
Jl. Balinjo No. 73, Depok Utara-Depok
Telp. 021 – 7521330.
73. Yayasan Kasih Mulia / Kedhaton Parahita
Jl. Pluit Karang Permai Blok T VII Selatan No. 40-42 Muara Karang – Jakut
Telp. (021) 6683545. Fax.6603666
74. Yayasan Duolos
Jl. Tugu no. 3 – 4, Cipayung, Cilangkap – Jaktim
Telp. (021) 8448479, 8457940
75. Rumah Pemulihan Anak Panah/Abba Love Ministry
Jl. Kran V no. 3 RT. 11/05 Kemayoran, Jakpus
Telp. (021) 4255652, 42877902
76. Pusat Rehabilitasi Anak Domba Allah
Jl. Tebet Raya no. 15 Jaksel
Telp. (021) 8291946, 83702870
77. Rumah Harapan & Pemulihan Bethesda
Jl. Danau Sunter Selatan blok I 5 No. 18, Jakarta Utara,14350,
(021) 6400455 – 56
78. Love Restoration Ministry, Villa Bukit Raya blok
A4 no. 14 Pondok Cabe Tangerang
Telp. (021) 7444220
79. Yayasan Pondok Bina Kasih
Jl. Mariwati, Puncak – Cipanas Jabar,
Telp. (0263) 523209, Sekr: (021) 8575935, 85905410
80. Pondok Pemulihan Duolos
Jl. Raya Trawas no. 253, Prigen, JAWA – TIMUR,
Telp. (0343) 880868
81. Yayasan Dharma Kasih
Jl. Villa Karina, Komp. Cilember, Jogjogan – Bogor
Telp. (0251) 252379
82. Wisma Siloam GBI Sinar Kehidupan
Jl. Semplak no. 345 Bogor
Telp. (0251) 505159
83. Rumah Harapan & Pemulihan Yayasan “Dinamika”
Jl. Cihanjuang KM. 2,5 Perum. Cihanjuang Indah blok B 5 Cimahi – Bandung
Telp. (022) 6649224
84. Pondok Sentosa/Serambi Salomo
Hotel Citanian – BOGOR
Telp. (0251) 254740, 0818 – 220762
85. Christ for Drugs People
Perum. Danau Bogor Raya blok TH 1 no. 2
Telp. (0251) 356951
86. Drop In Centre Yayasan Insan Pengasih Indonesia (YIPI)
Jl. Daksa IV No. 69, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7208216
87. Wisma Adiksi
Jl. Jati Indah I No. 23 Pondok Labu, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7690455, 7540604
88. Titihan Respati, (Therapeutic Community )
Jl. Hang Lekir II / 16, Kebayoran Baru, Jak-Sel.
Telp. (021) 7247426, 7394762, Fax. 7394769
89. Narkotik Anonymous (NA )
Jl. Pekalongan No. 26, Seberang Kedutaan Thailand Menteng, Jakarta Pusat
(021) 6400455 – 56
90. Sistem Terpadu Terapi dan Rehabilitasi Pasien Naza
Jl. Tebet Barat, Perum, Tebet Mas Indah Blok E No. 5, Jak-Sel
Telp. (021) 8298885, 8299857
91. YIPI Griya Pengasihan – Jagakarsa
Jl. Manggis 12 Jagakarsa, Jakarta Selatan
92. Yayasan Asa Bangsa (tempat berobat)
Jl. Duren Tiga Utara Raya, No. 103, Jakarta Selatan
(021) 7994628,, 7996251
93. Yayasan Al Jahu (Program 12 Langkah)
Jl. Raya Tanjung Barat No. 3, Pasar Minggu, Jak-sel. 12510
Telp. (021) 7806871, Fax. (021) 7818802
94. Pondok Asri
Rehab : Pondok Indah
Sekr. Komp. Duta Merlin blok B 41 – 43. Jl. Gajah Mada 3-5
Telp. (021) 6347126, 0818-740443
95. Yayasan Tiara Dharma Seta
Jl. Albaido I No. 30, Lubang Buaya, Jak Timur
Telp. (021) 8413117
96. Addiction Recovery Club
Jl. Raya Hankam no. 11, Pondok Gede
Telp. (021) 8467029, Fax 8499598
97. Rumah Kemang
Jl. Kemang I No.58, Jakarta 12730
Telp. (021) 7183634, Fax. 7251211
98. Terracotta Primary Care Program
Jl. Lembah IV / 43 Cireundeu, Jakarta Selatan
Telp. (021) 7424329
99. Terracotta
Head Office & Re-entry Prog.
Jl. Bangka VIII / 30 Kemang, Jakarta Selatan
Telp & Fax, (021) 71790029
100. Harapan Permata Hati Kita (Yayasan KITA)
Jl. Dr. Semeru No. 112, Bogor, Jawa Barat
Jl. Kebon Pedes I/53 RT.02/08, Kebon Pedes, Bogor – Jabar
Telp. 0251) 382952, 382052 – 3
http://www.yakita.or.id/
101. Yayasan Wijaya Kusuma (Therapeutic Community Method)
Kampung Lengis, Warung Menteng. Kec. Cijeruk, Caringin – Bogor
Telp. (0251) 220424,, Sekr. 7235218
102. Porteda ” Cakra Murti”
Jl. Raya Kampung Sawah No. 3 Rt. 04/04, Kel. Jati Mulia, Kec. Sukma Jaya – Depok
Telp. (021) 8763889
103. Drop In Center
Jl. Cisangkui No. 56, Bandung – Jawa Barat
Telp. (022) 707000
104. Yayasan Adulam
Kampung Cibeunying Kaler No.231 C Rt.01/12, Kel. Cibodas, Kec. Lembang
Sekretariat Jakarta: 021- 7662929, 7669339 , 7662772, Fax. 7662882
105. Yayasan Kawanan Kasih Jakarta
Jl. Tegal Sari IV No. 42, RT.04/011. Kel. Sukasari Cikokol – Tangerang,
Telp. (021) 5524621
106. Yayasan/Rehabilitasi (Islam)- Wisma Ibrahim
Jl. H.A Dasuki no.9 Kalimalang – Jakarta Timur
Telp. (021) 8609366-67
107. Wisma An-Nisa
Jl. Kemang Swatama Raya, RT. 05/05 no.4, Studio Alam, TVRI – Depok,
(021) 77821617
108. Wisma Siloam
Jl Raya Semplak no 345, Bogor, Jawa Barat
Telp. Telp (0251) 505159
109. Yayasan Masyarakat Anti Narkoba
Jl. Letjen. TB Simatupang Kav. 10 Jakarta Selatan,
Telp. 021 – 7512008, 7512009
110. Gerakan Peduli HIV / AIDS dan Narkoba (GERHANA),
Jl. Raden Saleh Gg. Haji Husin No. 73 RT 01/ RW 014 Karang Tengah, Tangerang
Telp. 021 – 7323 937
Mail: gerhana_tng@yahoo.com#mailto:gerhana_tng@yahoo.com
111. Brigade Anti Narkoba, Brigantik
Pemda Kabupaten Bogor Desa Tengah Kecamatan Cibinong
Telp. 021 – 8758604, 021 – 8750772.
112. Pusat Pelayanan Konseling dan Narkoba Shekinah.
Sekretariat: Jl.Gajah Mada No.3-5 Komp.Duta Merlin B.43, Jakarta Pusat.
Telp.021- 632.2147; 634.7126
113. Generasi Batu Karang Anak Kasih Bangsa (GERBANG AKSA)
Desa Selawangi, Kec. Cariu – Bogor, 76 km, sebelah timur Jakarta
Telp. 021 – 8095717, 8095420; Fax: 8095717
114. Yayasan Getsemani
Jl. Raya Pekayon no. 30 Bekasi Barat
Telp. (021) 8218619-21
115. Yayasan Efata
Komp. Hotel Indo Alam Blok F 34 KM 98 Puncak-Cipanas
Telp. (0263) 524177
116. Yayasan/Rehabilitasi (Umum) Pamardisiwi
Jl. M.T. Haryono No. 11, Cawang, Jakarta Timur
Telp. 021- 8092713

http://kampungbenar.wordpress.com

0 komentar
Label:

Orangtua Faktor Utama Jauhkan Anak dari Narkoba


Peran Orang tua sangat penting dalam mendidik anaknya agar jauh dari narkotika dan obat berbahaya atau narkoba. Peran orang tua tersebut tidak hanya keberadaannya secara fisik, tetapi juga harus berfungsi untuk mendidik anak. Hal itu dikemukakan oleh Veronica.Colondam dalam acara bincang-bincang terkait peluncuran buku Raising Drug-Free Children, Sabtu (15/3).
Buku itu ditulis oleh Veronica Colondam, yang juga pendiri Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Yayasan tersebut bergerak dibidang pencegahan penyalahgunaan narkoba. Veronica mengatakan, YCAB pernah mengadakan penelitian terhadap 613 pecandu di 14 panti rehabilitasi tahun 2001.
Menurut dia, hasilnya adalah 60-70 persen pecandu diantaranya berasal dari keluarga baik-baik atau harmonis. “Dalam perspektif pecandu yang dimaksud keluarga harmonis berarti orang tua masih bersama dan hampir tidak pernah bertengkar di depan mereka. Kondisi itu harmonis dalam perspektif mereka, tetapi sesungguhnya keluarga belum fungsional, terutama dalam mendidik anak”, ujar Veronica.
Dia menambahkan, “Bahkan 80-90 persen dari mereka ternyata menggunakan narkoba pada saat orang tua berada di rumah atau sedang tidak bekerja.” Orangtua yang fungsional antara lain mampu menyiapkan waktu dan membuka diri berkomunikasi dengan anak.

Berkomunikasi dengan anak menjadi salah satu upaya protektif untuk menghindarkan anak bereksperimen dengan narkoba. “Setiap hari 15 menit saja berkomunikasi dapat melindungi anak,”ujarnya.
Selain itu, orang tua perlu memberikan batasan-batasan secara wajar. Batasan yang wajar tersebut akan menjadi tanda bahwa orang tua peduli, perhatian, serta menyayangi mereka. “Kalau anak dibiarkan sebebas-bebasnya, mereka bisa jadi berpandangan bahwa orang tua tidak peduli dengan mereka,” katanya.
Pola asuh yang bertentangan membuat anak tidak membumi, bingung dan terombang-ambing.”Intinya ialah kasih sayang yang nyata bagi anak,” ujar Veronica. Psikolog yang juga bekerja di bagian Riset YCAB, Paulus Hartanto mengatakan penggunaan narkoba dalam sejumlah kasus, merupakan upaya mencari perhatian. “ Anak menjadi kurang perhatian lantaran Ayah dan Ibu sibuk menyelesaikan permasalahannya sendiri,” ujarnya.
“Mereka enggan mengungkapkan persoalannya karena takut malah menimbulkan eskalasi konflik. Mereka khawatir masalahnya akan menjadi rumit,”tambahnya. Tak jarang justru teman anak yang merupakan orang yang pertama kali mengetahui kecanduan sang anak. Orang tua malah menjadi orang terakhir yang mengetahui permasalahan kecanduan anaknya dan pada saat itu kondisi anaknya sudah kritis. Orang tua mesti memiliki kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang ada dalam hidup anak.
Upaya menjauhkan anak bebas dari narkoba harus sedini mungkin. Veronica mengatakan kelompok terbesar pengguna narkoba adalah usia 15-24 tahun. Mereka umumnya telah menjadi pencadu. Namun, eksperimen menggunakan benda terlarang itu sendiri sebetulnya mulai dilakukan usia 11-12 tahun.
Anak-anak, katanya dijadikan calon konsumen sejak kecil. Jenis yang digunakan tergantung dengan strata ekonomi. Dalam sejumlah kasus terdapat anak mengenal narkoba lewat stiker dan krim yang zatnya terserap lewat kulit. Jenis lainnya pil koplo.
Anak mulai dari soft drug, seperti ganja atau rokok, sebagai pemicu masuk ke narkoba. Anak kemudian menjadi ketagihan lalu beralih ke hard drug misalnya kokain dan heroin. Awalnya anak-anak termotivasi menggunakan zat adiktif tersebut karena penasaran, sekedar eksperimen, dan memiliki masalah dalam berhubungan dengan orang lain, teman, atau keluarga.
Akan tetapi tak kalah menariknya ialah jawaban dari mereka yang justru tak mau memakai bahan terlarang itu. Sebagian besar takut akan Tuhan yaitu takut masuk neraka, menghargai kesehatan, serta takut ditangkap polisi.

0 komentar